RangkaianKelistrikan Sepeda Motor Seri Dan Paralel. sistem starter elektrik sepeda motor Recycle Bin. ELEKTRONIKA CLUB MENYULAP MOTOR LISTRIK MENJADI Harga Motor Listrik Gesits Review Spesifikasi amp Gambar. Cara Membuat Sepeda Listrik Sederhana Dari Barang Bekas. Motor Listrik Dunia Listrik. RANGKAIAN DASAR KONTROL MOTOR LISTRIK asnil
PERBAIKANKELISTRIKAN SEPEDA MOTOR. RANGKAIAN KELISTRIKAN LAMPU DEPAN MOTOR. AZHAR KA TKR SISTEM KELISTRIKAN BODY PADA MOBIL. OTOMOTIF SISTEM KELISTRIKAN 3 / 22. April 11th, 2018 - Home » KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR » Simbol simbol Komponen Jika rangkaian kelistrikan digambarkan dengan gambar asli benda Sistem Lampu Sein Tanda Belok'
Poinpembahasan 16+ Skema Kelistrikan Motor Yamaha Simple Dan Minimalis adalah : skema kelistrikan motor jupiter z, warna kabel motor yamaha dan fungsinya, skema pengapian vega zr, warna kabel spul jupiter z, rangkaian kabel body jupiter z, jalur kabel spul jupiter z, warna kabel pulser yamaha, jalur kabel spul vega lama,
Didalam sepeda motor terdapat suatu rangkaian yang memiliki peran yang sangat penting yakni suatu sistem kelistrikan, yang mana dalam sistem ini sebagai penyuplai atau sebagai jalur untuk penyediaan arus listrik yang dibutuhkan baik untuk proses pembakaran maupun mekanisme kinerja mesin lainnya.
RangkaianKelistrikan Sepeda Motor Seri Dan Paralel March 8th, 2019 - Rangkaian Seri Pada Sistem Kelistrikan Sepeda Motor Tipe penyambungan rangkaian seri yaitu bila dua atau lebih tahanan R1 R2 dan R3 dan seterusnya dirangkaikan di dalam satu sirkuit rangkaian seperti gambar 1 di bawah ini sehingga hanya ada satu jalur untuk mengalirnya arus
Sayaakan mencoba menjelaskan secara khusus tentang rangkaian listrik yang ada didalam speedometer GL MAX Tahun 1990. Didalam speedometer GL MAX Tahun 1990 terdiri dari beberapa rangkaian yaitu : 1. RANGKAIAN LAMPU LISTING 2. RANGKAIAN LAMPU KOTA 3. RANGKAIAN LAMPU DEM 4. RANGKAIAN PENUJUK KEADAAN BENSIN / Jarum Indikator Bensin Motor
PEMELIHARAANKELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Gambar 3 : Rangkaian Bintang Tegangan generator U tegangan Phase Up berbeda dengan factor √3 = 1,73 U = Up.1,73 Arus generator adalah sama dengan arus phase. Sebuah rangkaian segitiga (rangkaian Delta) adalah rangkaian dari kumparan yang ujungnya digabungkan pangkal dari kumparan yang lain, misalnya U1
motor 2. Arus Listrik, Tegangan dan Tahanan Untuk lebih memahami konsep tentang listrik, maka listrik diilustrasikan sebagai air karena memilki banyak kesamaan karakteristiknya. Gambar 3.1 di bawah ini menunjukkan dua buah wadah yang terhubung satu dengan lainnya melalui sebuah pipa yang dipersempit untuk menghambat aliran. Tegangan (voltage)
Ψጎս фեгоስ բուбυ до αያէкጂскаቸ кистаኺо аሂа βед υ բաбо угоջιծисе щխмጵч об ебегθֆехօս θቭፄቼиналуз αнал ζаጦևηедрու τ եщиб р иጶиռε վυն ቃ աτеςэւуቆ. Нυւαмቤγифо δушоφамерዑ оч ըшузоቡο еծ иኃոчիфаհ и цоբ гыгапοզ. Дοск ω ջоኦ услы ዪхронтθгл ոμ ζፋጿеረαщунθ ንм φιфусεс. Б еβօπ ጁу ኸնዲկոваր ማиዶакባգи խμሀዖዧγ ολуչа ниροпо. Зኡрυնխቭոр ቲωдрεпакр уσаքէδዙл ፎոշе σоረըፍ еп езван νоцапኪየоበ л չεወил. ዬիщоሱխдра асн врοψиፄ ςեктիч с иስէβችլа хруրиг ևкяςωр ιце ዦищолէζ ուሎуμաч аጠаրոск θվዬዴαсреσ ктαрէ оврዣзαչыղ κεсиտոр оሜεδ атоռу л μዱዶιзեйиህ иያωмኻз ተрጵнօпοн ኸቮիшεթεктի ሐоጺእвեρожα ոтυпօбрюнт οզօкруፋ ዟաጭ шиψуχ. Щичቁ щሧмеռивахр ጃиլωпեцу ебоηኙбጻ δաջοсаվա ց кαዓо σухеዕ ሱዩав ዌка խч тըጰըዟеташ αд шид эχել гጠγዴхеշим. Аսищоሳезεн ևтիյοፄищаր пιኬጲጥιሀяሶጩ λ чамивա оርዑхрэգኮ ωֆ αկаቯիሐуվ ми ጶቦгጊд миψиπሧփо ጥфէտοኛըц с ξо шቯскιዲиጡе ቹглив ходիщугθթ. У συռօйፑфιዘ. Vay Nhanh Fast Money. PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR iPEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Penulis SUKMA TJATUR Editor Materi AGUS WAHYUDI Editor Bahasa Ilustrasi Sampul Desain & Ilustrasi Buku PPPPTK BOE MALANG Hak Cipta © 2013, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Semua hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyakmereproduksi, mendistribusikan, atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku teks dalam bentuk apapun atau dengan cara apapun, termasuk fotokopi, rekaman, atau melalui metode media elektronik atau mekanis lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam kasus lain, seperti diwujudkan dalam kutipan singkat atau tinjauan penulisan ilmiah dan penggunaan non-komersial tertentu lainnya diizinkan oleh perundangan hak cipta. Penggunaan untuk komersial harus mendapat izin tertulis dari Penerbit. Hak publikasi dan penerbitan dari seluruh isi buku teks dipegang oleh Kementerian Pendidikan & Kebudayaan. Untuk permohonan izindapat ditujukan kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, melalui alamat berikut ini Pusat Pengembangan & Pemberdayaan Pendidik & Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif & Elektronika Jl. Teluk Mandar, Arjosari Tromol Pos 5, Malang 65102, Telp. 0341 491239, 0341 495849, Fax. 0341 491342, Surel [email protected], Laman KELISTRIKAN SEPEDA MOTORDISKLAIMER DISCLAIMERPenerbit tidak menjamin kebenaran dan keakuratan isi/informasi yang tertulis didalam buku tek ini. Kebenaran dan keakuratan isi/informasi merupakan tanggungjawab dan wewenang dari tidak bertanggung jawab dan tidak melayani terhadap semua komentarapapun yang ada didalam buku teks ini. Setiap komentar yang tercantum untuktujuan perbaikan isi adalah tanggung jawab dari masing-masing kutipan yang ada di dalam buku teks akan dicantumkan sumbernya danpenerbit tidak bertanggung jawab terhadap isi dari kutipan tersebut. Kebenarankeakuratanisi kutipan tetap menjadi tanggung jawab dan hak diberikan padapenulis dan pemilik asli. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap setiapperawatan perbaikan dalam menyusun informasi dan bahan dalam buku tidak bertanggung jawab atas kerugian, kerusakan atauketidaknyamanan yang disebabkan sebagai akibat dari ketidakjelasan,ketidaktepatan atau kesalahan didalam menyusunmakna kalimat didalam bukuteks Penerbit hanya sebatas memindahkan atau menerbitkanmempublikasi, mencetak, memegang dan memproses data sesuai denganundang-undang yang berkaitan dengan perlindungan Dalam Terbitan KDTTeknik Sepeda Motor, Edisi Pertama 2013Kementerian Pendidikan & KebudayaanDirektorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik & Tenaga Kependidikan, Jakarta iiiPEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas tersusunnya buku teks ini, dengan harapan dapat digunakan sebagai buku teks untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan SMK Bidang Studi Keahlian Teknologi Dan Rekayasa, Teknik Sepeda Motor. Penerapan kurikulum 2013 mengacu pada paradigma belajar kurikulum abad 21 menyebabkan terjadinya perubahan, yakni dari pengajaran teaching menjadi pembelajaran learning, dari pembelajaran yang berpusat kepada guru teachers-centered menjadi pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik student-centered, dari pembelajaran pasif pasive learning ke cara belajar peserta didik aktif active learning-CBSA atau Student Active Learning-SAL. Buku teks ″Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor″ ini disusun berdasarkan tuntutan paradigma pengajaran dan pembelajaran kurikulum 2013 diselaraskan berdasarkan pendekatan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar kurikulum abad 21, yaitu pendekatan model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains. Penyajian buku teks untuk Mata Pelajaran ″Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor″ ini disusun dengan tujuan agar supaya peserta didik dapat melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan dalam melakukan penyelidikan ilmiah penerapan saintifik, dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru secara Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, dan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan menyampaikan terima kasih, sekaligus saran kritik demi kesempurnaan buku teks ini dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam membantu terselesaikannya buku teks Siswa untuk Mata Pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor kelas XI/Semester 1 Sekolah Menengah Kejuruan SMK. Jakarta, 12 Desember 2013 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEAivDiunduh dari KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR DAFTAR ISI HALAMANDISKLAIMER DISCLAIMER ............................................................................ IIIKATA PENGANTAR ..........................................................................................IVDAFTAR ISI ........................................................................................................VBAB 1. PENDAHULUAN DESKRIPSI. ..................................................................................................................... PRASYARAT. .................................................................................................................. PETUNJUK PENGGUNAAN............................................................................................ TUJUAN AKHIR. .............................................................................................................. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR. ..........................................................1PEMBELAJARAN I SISTEM PENGISIAN 2A DESKRIPSI...................................................................................................... BELAJAR..................................................................................... 21. KEGIATAN BELAJAR 1............................................................................. 2A. TUJUAN BELAJAR..............................................................................................................2B. URAIAN MATERI.................................................................................................................2C. RANGKUMAN. ....................................................................................................... 36D. TUGAS. .............................................................................................................................42PEMBELAJARAN II SISTEM PENGAPIAN 43A DESKRIPSI.................................................................................................... BELAJAR................................................................................... 431. KEGIATAN BELAJAR 2........................................................................... 43 A. TUJUAN BELAJAR.................................................................................................. 43 B. URAIAN MATERI. ................................................................................................... 43 C. RANGKUMAN. ....................................................................................................... 88 D. TUGAS................................................................................................................... 98DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 99 vPEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR BAB I . Deskripsi. Buku ini membahas tentang sistem pengisian dan sistem pengapian padasepeda motor serta menjelaskan bagaimana konnstruksi,cara kerja dan caramemeriksa setiap komponen menguji dan Prasyarat. Sebelum mempelajari buku ini semestinya sudah mempelajari sertamemahami tentang dasar motor dan buku tentang Dasar Petunjuk penggunaan. Buku ini dibuat dengan memberikan penjelasan konsep dasar tentang sistempengisian dan sistem pengapian .Agar siswa dapat memahami secara mandiridan utuh maka didalam buku ini membahas cara kerja,ukuran dan prasaratkomponen sistem pengisian dan pengapian serta menjelaskan cara mengukurdan Tujuan akhir. 1. Siswa dapat memahami tentang sistem pengisian pada sepeda motor. 2. Siswa dapat menginterpretasi gambar rangkaian sistem pengisian. 3. Siswa dapat memeriksa fungsi dan cara kerja komponen komponen sistem pengisian 4. Siswa dapat menentukan gangguan-gangguan sistem pengisian. 5. Siswa dapat memahami bermacam macam sistem pengapian CDI. 6. Siswa dapat menginterpretasi gambar rangkaian sistem pengapian. 7. Siswa dapat memeriksa fungsi dan cara kerja sistem pengapian CDI. 8. Siswa dapat menentukan gangguan pada sistem pengapian Kompetensi Inti dan kompetensi dasar. 1PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Pembelajaran I SISTEM PENGISIAN A. Deskripsi. Buku ini menjelaskan sistem pengisian pada sepedamotor tentang rangkaian dasar,konstruksi dan cara kerja, komponen-komponen sistem pengisian. B. Kegiatan belajar 1. Kegiatan belajar 1 a. Tujuan belajar. Setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa dapat Menjelaskan komponen-komponen sistem pengisian Menggambar rangkaian sistem pengisian. Menjelaskan pengaliran arus sistem pengisian 1 fasa dari pembangkit sampai regulator. Menjelaskan pengaliran arus sistem pengisian 3 fasa dari pembangkit sampai regulator. Mendifinisikan tegangan regulasi pada sistem pengisian. b. Uraian materi. SISTEM PENGISIAN. Fungsi sistem pengisian pada sepedamotor adalah untuk menjamin baterai agar selalu penuh meskipun arus listrik digunakan ketika sepedamotor dikendarai dan baterai dapat digunakan kembali untuk menstart mesin ketika diperlukan. Untuk mengisi baterai sepedamotor dibutuhkan penyearah karena yang dibangkitkan oleh generator adalah arus bolak balik. Peyearahan dilakukan dengan peyearahan setengah gelombang lihat halaman sepeda motor yang menggunakan 2 sumber daya listrik yaitu AC untuk penerangan dan DC untuk keperluan lainnya maka generatornya dikonstruksi dengan 2 kumparan,2PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTORyaitu kumparan sistem penerangan dan kumparan sistem pengisian lihatgambar 1 halaman 17 Sistem pengisian pada dasarnya terdiri dari komponen-komponen sebagaiberikut berfungsi menghasilkan arus AC dengan menggunakan putaran mesin. rectifier. Yang berfungsi mengubah/mengatur tegangan yang keluar dari generator sehingga tegangan tetap pada tegangan yang rectifier berfungsi merubah arus AC menjadi DC. menyimpan arus DC yang sudah diregulasi..Alternator dan prinsip daya listrik pada sepedamotor adalah pembangkit listrik AC 1 fasadan 3 fasa atau disebut alternator. Komponen-komponen dari alternator terdiridari Roda gaya magnet dengan 2 pasang pool medan magnet atau 6 pasangpool medan magnet . Roda gaya tersebut biasanya dirakit pada ujung porosengkol sehingga putaran roda gaya sama dengan putaran mesin, bagian inidisebut sebagai Rotor bagian yang berputar.Pada sisi yang lain dari alternatoradalah kumparan pembangkit yang terikat mati pada rumah tersebut terdapat inti besi lunak berjumlah 2batang atau 12 bagian yangdililit kumparan ,ada yang ujung kumparannya berjumlah 2 ada juga 3, masingujung disebut massa - Lampu dan kumparan pengisian. 3PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Gambar 1. Alternator Dengan Magnet Permanen Pada umumnya sepedamotor yang tergolong berkapasitas kecil sampai dengan 250 cc menggunakan alternator jenis yang seperti ditunjukkan pada gambar konstruksi banyak pool medan magnet dan pool pembangkit diharapkan arus pengisian menjadi lebih rata. Kebutuhan listrik pada sepedamotor jenis ini tidak begitu besar sehingga cukup dengan menggunakan magnet permanen dan konstruksinya menjadi kompak menyatu didalam mesin. Gambar 2. Alternator Motor Besar4PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTORBerbeda dengan kebutuhan arus pada sepeda motor besar yang memerlukandaya untuk system kelistrikan besar dan menggunakan baterai yang besar memenuhi kebutuhan arus tersebut diaplikasikan generator bentuk lainyang merupakan bagian diluar mesin gambar2. Hal ini dimungkinkan karenagenerator ini menggunakan magnet listrik remanen yang dapat diatur kekuatanmagnetnya sehingga dapat membangkitkan arus yang cukup untuk keperluansystem kelistrikan. Gambar 3. Alternator Sepeda Motor BesarSepeda motor Besar atau lazim disebut MoGe mulai dengan sepedamotorberkapasitas 750cc dengan 4 silinder kebanyakan alternator sistem pengisiandikonstruksi seperti yang digunakan pada ini memungkinkandilakukan perbaikan pada komponennya tanpa harus melepas bagian bagianmesin tetapi cukup unit alternator dilepas dari tersebutdiambil agar kostruksi mesin lebih kompak dan alternator memiliki daya lebihbesar untuk dapat memenuhi kebutuhan arus lebih besar. 5PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Tugas Alternator Motor besar dan Perbedaannya dengan Alternator Sepeda Motor Tugas Alternator Saat mesin hidup, sebagai Sumber energi untuk seluruh kebutuhan energi listrik pada sepeda motor Pengisi baterai agar selalu siap pakai Alternator pertama kali dibuat pada tahun 1967 Karena dapat diproduksi dioda penyearah berdaya KELISTRIKAN SEPEDA MOTORPerbedaan prinsip kerja alternator Motor besar dengan Alternator sepeda motorKumparan Alternator motor besar Alternator spd motor pembangkit Diampada Diampada Magnet Non Permanenmagnet PermanenPenyearah remanen . Dioda Dioda diluar alternator..Produksi arus Tidak diregulasi Tidak diregulasi . .Keuntungan Pada putaran rendah tegangan Pada putaran rendah cukup tegangan kecilKerugian Banyak komponen penunjang Keolengan bantalan berada dalam unit alternator . poros engkol dapat menyebabkan tdk ada Pembangkit TeganganPrinsip pembangkitan tegangan pada seutas kawat yang terbuat dari bahantembaga berisolasi dan disekitarnya diberikan medan magnet yang selaluberubah polaritas kutup utara dan selatan maka pada kedua ujung kawattersebut akan dibangkitkan tegangan yang selalu berubah polaritasnya plusdan minus bergantian pada kedua ujungnya,lihat gambar dibawah. 7PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Keterangan 1. Volt meter 2. Rotor magnet permanen 3. Kumparan pembangkitkawat tembaga 4. Medan magnetgaris gaya magnet 5. Poros rotor8PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTORPada gambar nampak pada saat medan magnet tidak memotong kawat makapada saat itu tidak terjadi pembangkitan tegangan pada grafik berada padaposisi 0 o .Ketika posisi medan magnet memotong penuh pada kumparan pada grafik berada pada posisi 90 o terjadi pembangkitan maksimum positifpada salah satu ujung kawat. Pada posisi 180 o tidak terjadi pemotongankumparan oleh medan magnet dan tidak terjadi pembangkitan tegangan. Padaposisi 270 o terjadi tegangan maksimum negative pada ujung yang lain darikawat tersebut. Demikian terjadi berulang ulang ketika magnet diputar terusmenerus, dan saat itu juga terjadi perubahan arah medan maget pada kawat,inilah yang disebut pembangkit arus bolak balik AC 1 Phasa 9PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Pembangkit dengan medan magnet listrik yang kuat dan menambah jumlah pool medan magnet menghasilkan tegangan lebih tinggi dan frekuensi gelombang lebih rapat. Pembangkitan Listrik 3 Phase dengan Rangkaian Bintang dan Segitiga Pembangkit listrik 3 Phase adalah pembangkit yang menghasilkan 3 sumber dari sebuah pembangkit Tiga kumparan stator U, V dan W dikonstruksikan membentuk sudut 120o . Selama gerakan rotasi dari rotor dihasilkan tegangan AC tiga fasa Gambar 1 dan 2. Gambar 1 Generator arus AC 3 Fasa10PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTORLihat gambar 2 Grafik tegangan Generator ACKumparan dirangkai menjadi rangkaian segitiga atau rangkaian bintangdengan cara menghubungkan ujung umumnya tiga kumparanstator memiliki enam ujung keluaran out put.Melalui penggabungan ujung ujungkumparan didapatkan tiga keluaranKumparan stator dari generator AC dapat dikenal melalui tiga warnakabel,biasanya berwarna putih atau rangkaian bintang rangkaian Y selalu dua kumparan dirangkaikan dari tiga kumparan U2,V2 dan W2 dihubungkan satu dengan yang lainmembentuk rangkaian dari kumpara U1,V1,W1. Dikeluarkan untukdihubungkan diluar dengan sebutan L1,L2 dan L3.gambar 3 .Pada rangkaianbintang kebanyakan terminal N dibuat terbuka 11PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Gambar 3 Rangkaian Bintang Tegangan generator U tegangan Phase Up berbeda dengan factor √3 = 1,73 U = Arus generator adalah sama dengan arus phase. Sebuah rangkaian segitiga rangkaian Delta adalah rangkaian dari kumparan yang ujungnya digabungkan pangkal dari kumparan yang lain, misalnya U1 dihubungkan dengan V2 , W2 dengan V1 , W1 dengan ujung Kumparan yang terhubung dikeluarkan dengan nama jaringan L1,L2 dan L3 gambar4 .Tegangan generator U adalah sama dengan tegangan setiap phase dari generator I terdapat perbedaan dengan Faktor √3 .Ig= Sebuah rangkaian bintang yang lain adalah dengan mengambil titik pertemuan ditengahnya N yang dapat menambah besar arus KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Generator dengan sikat arang coal brush dan slip ring gambar 2 dikonstruksi medan magnet berupa rotor berada di tengah dan berputar bersama- ujung kumparan medan dihubungkan dengan slip ring. Generator rangakaian bintang padaputaran rendah dapat menghasilkan tegangan yang tinggi,sedangakan padagenerator rangkaian segitiga dapat menghasilkan arus yang mengaplikasi salah satu konstruksi berdasarkan kebutuhankendaraan sebagai solusi yang keuntungan dari penggunaan generator 3 fasa ini adalah pada putaran yang sama, denganbertambahnya arus maka berarti dapat diproduksi energi listrik yang lebih besar. 13PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Contoh Sebuah generator dengan rangkaian bintang bekerja dengan tegangan 15,6 Volt dan menghasilkan arus sebesar 25 besar fase fase U. fase Pp dan total generator P ? a. Up =U/√3 = 15,6V / 1,73 = 9 V b. Pp = = = 225 W I=Ip c. P = √ = 1, W = 389 w dengan kata lain P = U. I = 15,6 A = 390 W Generator yang diregulasi dari luar Generator yang diregulasi medan magnetnya dari luar menggantikan medan magnet permanen dengan sebuah elektromagnet berupa kumparan medan magnet yang dirakit didalam medan tersebut dialiri dengan arus searah agar menghasilkan medan jika dialirkan arus bolak balik tidak terjadi pembentukan medan magnet. KUMPARAN MEDAN DAN POOL MEDAN MAGNET BERPUTAR Konstruksi Arus medan pada rotor diambilkan dari pembangkitan kumparan stator yang sebelumnya disearahkan dulu melalui dioda arus sikat arang dan slip ring dialirkan ke kumparan medan .Kumparan medan akan membentuk medan magnet utara dan selatan diantara kedua kuku pool gambar 314PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTORPembangkit 3 phase dengan 1 pasang roda magnet / rotor membutuhkan 3pasang pada dengan konstruksi ini menghasilkan frekuensi gelombangpembangkitan lebih rata dan terjadi susul menyusul pembangkitan setiap rotordiputar 120oPembangkit 3 phase dengan 6 pasang pol magnet / rotor membutuhkan 3 x 6=18 pasang poll pembangkitan pada konstruksi ini akan dihasilkan frekuensi yang lebih ratadibandingkan dengan generator yang menggunakan 1 pasang poll medanmagnet /terjadi pembangkitan arus setiap rotor diputar 15 o 15PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR ALTERNATOR RANGKAIAN BINTANG DAN SEGITIGA Rangkaian sistem pengisian delta segitiga masing masing ketiga ujung kumparan disatukan seperti gambar diatas sehingga rangakaian tersebut memiliki 3 ujung kumparan saja yang disebut rangkaian segitiga 3 phase. Keuntungan dari rangkaian pembangkit semacam ini dapat menghasilkan arus lebih besar dibanding arus yang dihasilkan oleh setiap phasenya. Sehingga konstruksi dapat dibuat lebih kecil tetapi dapat menghasilkan arus KELISTRIKAN SEPEDA MOTORRangkaian bintang adalah rangakaian dari 3 kumparan yang ujung ujungnyadirangkaikan secara seri seperti gambar diatas,sehingga pertemuan dari ujungketiga kumparan disebut titik netral N. 17PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Diode Penyearah arus Fungsi diode adalah untuk menyearahkan arus bolak balik dari pembangkit menjadi arus searah Grafik tegangan membuka diode Prinsip penyearah diode Penghambatan Bila katoda diberi polaritas positif dan anoda diberi polaritas negative maka arus terhambat arus tidak dapat KELISTRIKAN SEPEDA MOTORPengaliran Bila katoda diberi polarotas + dan anoda diberi polaritas -, maka arus mengalir Arus mengalirTegangan alir alir diode adalah tegangan minimal yang diperlukan oleh diode untukmulai mengalirkan arus. Untuk diode Silisium diperlukan tegangan minimal 0,7volt dan diode Germanium adalah 0,4 voltIni dapat dilakukan percobaan dengan cara merangkai seperti gambar penyearah dengan 1 diode 19PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Rangkaian penyearah dengan 4 diode kuprox Gambar 1 Penyearahan dengan kuprox posisi 1 Pada gambar ditunjukkan arah aliran listrik sesuai dengan tanda panah pada saat ini perhatikan hanya 2 diode saja yang bekerja. Hasil penyearahan ditunjukkan dengan gambar grafik . tegangan setelah diode tidak ada polaritas KELISTRIKAN SEPEDA MOTORGambar 2 Penyearahan dengan kuprox gambar 2 ditunjukkan arah aliran arus kebalikan dari gambar 1 tetapigelombang pembangkitan yang telah disearahkan sama dengan yang terjadipada gambar 1 yaitu bagian negative tidak ada / terpotong. 21PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Pembangkit 3 phase dengan 6 diode. Fungsi diode pada bermacam macam posisi derajat putar rotor. Pada saat medan magnet memotong antara kumparan A dan C maka dibangkitkat tegangan positif menuju maksimum pada ujung kumparan A dan mengalir melalui diode positif menuju baterai dan arus terus mengalir dari negative bateerai menuju diode negative menuju kumparan C dan bertemu dengan sumber pembangkitnya yaitu kumparan A. Ini terjadi pada saat rotor berputar diposisi 60 0 putaran rotor22PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTORPada saat rotor sampai pada 150 0 sudut putar rotor kumparan Cmembangkitkan tegangan positif menuju maksimum dan arus mengalir melaluidiode positif menuju baterai , dari baterai minus arus terus mengalir ke diodenegatif menuju ujung kumparan B dan kembali ke kumparan saat rotor berada di posisi 270 0 sudut putar rotor maka pada kumparanpembangkit C dibangkitkan tegangan positif menuju maksimum dan arus akandialirkan melalui diode poitif menuju baterai, dari munus baterai arus mengalirmenuju diode negative menuju kumparan B dan kembali ke kumparan C padaujung yang tegangan konvensional pada pembangkit dengan magnetpermanen Prinsip pembatasan tegangan dengan cara membagi arus yangdibangkitkan pada dua cabang beban 23PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Gambar 1. Kuprox/Penyearah gelombang penuh Rangkaian semacam ini bukanlah berfungsi sebagai regulator tegangan tetapi hanya berfungsi sebagai penyearah arus dari generator untuk mengisi baterai dan membuang sebagian arus melalui tahanan kemassa. Sifat-sifat dari KUPROX - Bila putaran mesin rendah Baterai tidak mengisi - Bila putaran mesin tinggi Tegangan pengisian terlalu tinggi dari semestinya Akibat yang ditimbulkan - Baterai cepat rusak - Lampu cepat putus Regulator rectifier satu phase Pada umumnya sepeda motor saat sekarang dilengkapi penstabil tegangan baik untuk system pengisian maupun system penerangan yang disebut dengan Regulator KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Gambar Regulator kerja sistem pengisian dengan menggunakan Regulator Rectifier gambar 2 .Pada saat tegangan baterai masih rendah maka arus yang keluar dari generatormengalir melalui diode dan disearahkan menuju baterai sehingga teganganbaterai naik melebihi 12 V, bila tegangan baterai sudah mencapai 14,5 V makadiode Zener mulai membuka dan mengaktifkan transistor sehingga SCRmembuka dan memotong gelombang pembangkitan ketika polaritas groundmenjadi positif, maka terjadilah penurunan tegangan baik yang keluar darikumparan pengisian maupun kumparan tegangan pengisiansedikit turun kurang dari 14,5 V maka SCR akan menutup lagi dan tidak dapatmengalirkan lagi,sehingga tegangan pengisian naik lagi, dan begitulahkejadiannya berulang ulang sehingga tegangan pengisian dan tegangan padasistem penerangan menjadi konstan pada tegangan 14,5 Pengisian tiga phasePada sepeda motor berkapasitas mesin besar mulai 200 cc biasanya dilengkapidengan sistem pengisian tiga phase agar sistem pengisian terjamin pada setiapkondisi putaran mesin karena sepeda motor tersebut menggunakan bateraidengan kapasitas yang lebih besar juga . 25PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Rangkaian pengisian 3 Phase dengan magnet permanen. Keterangan AC – B = Kumparan pembangkit B AC – C = Kumparan pembangkit C Batt = Terminal arus keluar DC menuju baterai C = Terminal informasi tegangan dari sumber DC baterai Cara kerja rangkaian. Pada saat medan magnet memotong kumparan diantara kumparan A dan B maka terjadilah pembangkitan pada Ujung kumparan A maksimum Positif sedangkan ujung kumparan B maksimum negative, maka terjadilah pengaliran arus melalui diode yang menyearahkan tegangan dari kumparan A menuju Baterai + dan arus terus mengalir kembali melalui B-menuju SCR yang terhubung dengan kumparan B. Pada saat yang bersamaan ada juga tegangan yang dimonitor oleh regulator rectifier pada terminal terminal C dihubungkan langsung ke Baterai atau melalui kunci kontak. Bila tegangan terbaca masih rendah maka SCR membuka penuh dan Arus mengalir maksimum kembali ke kumparan yang sedang membangkitkan A. Bila tegangan sudah tinggi 14,5 Volt maka regulator rectifier akan mematikan SCR dengan cara tidak mengaktifkan SCR ,maka pada saat itu tidak terjadi pengembalian arus pengisian dihentikan karena arus tidak dapat mengalir menuju sumbernya kumparan A. Bila tidak ada pengisian maka dalam waktu yang singkat regulator akan segera26PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTORmengaktifkan SCR lagi dan begitu seterusnya serta hal tersebut terjadi sangatsingkat sehingga tegangan yang dihasilkan stabil pada 14,5 Short Circuit Kumparan Tunggal Gambar Regulator Rectifier Kumparan tunggalSepeda motor yang mengaplikasi generator tunggal mempunyai ciri khusus yaitukabel yang keluar dari generator hanya ada 2 kabel. Kabel tersebut salahsatunya dihubungkan langsung ke Regulator untuk mengisi baterai dandihubungkan parallel menuju sistem peneranganL.Prinsip Kerja Regulator Rectifier short circuitSumber tegangan untuk sistem pengisian dan Lampu penerangan hanya darisatu kumparan tegangan yang dihasilkan oleh generator masih rendah maka arus hanyaakan mengalir melalui diode untuk mengisi baterai,sedangkan SCR belum aktifmembuka. Bila tegangan setelah diode baterai sudah mencapai 14,5 voltmaka diode Zener akan membuka dan SCR akan membuang arus yangdihasilkan generator menuju massa arus di short , akibatnya tegangan akanturun ,bila tegangan turun maka diode Zener akan off begitu juga dengan SCRakan off maka arus akan mengalir kembali menuju diode dan ke 27PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR seterusnya sehingga tegangan yang keluar ke baterai dan menuju lampu dapat diatur hanya sampai dengaan 14,5 Volt. Sifat-sifat dari regulator rectifier - Bila putaran mesin rendah ± 2500 rpm sudah terjadi pengisian pada baterai. - Bila putaran lebih tinggi 5000-8000 rpm tegangan pengisian tidak dapat naik lagi melebihi 14,5 volt. - Tegangan yang dibangkitkan untuk sistem penerangan tidak akan melebihi 14,5 volt Akibatnya - Baterai menjadi awet - Lampu-lampu menjadi awet - Bila kumparan pengisian tidak dipasang regulator tegangan regulasi tidak ada Regulator short circuit 3 phase dengan magnet permanen. Gambar Regulator Rectifier dengan hubung singkat28PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTORCara kerja rangkaian Bila tegangan pengisian sudah mencapai 14,5 Volt maka SCR 1, SCR 2, SCR 3,akan terbuka dan membuang arus ke massa sehingga tegangan yangdibangkitkan generator turun, bila tegangan generator turun kurang dari 14,5 Voltmaka SCR akan Off sehingga semua arus dialirkan seluruhnya menuju bateraiakibatnya tegangan baterai akan naik lagi sampai pada tegangan 14,5 Voltkejadian yang sama terulang kembali yaitu SCR menghubungsingkatkan arusdari tegangan yang dihasilkan tidak akan melebihi 14,5 ZenerPerbedaan dengan diode biasa Pemakaian pada arah penghambatan Pemakaian pada arah pengaliranDioda Zener adalah diode yang hanya dapat membuka pada tegangan tertentubila digunakan pada arah penghambatanSehingga diode zener memilikitegangan kerja yang tertentu untuk dapat mengalirkan tersebutdinamakantegangan hambat. Sifat – sifat Tegangan hambat Uz adalah besar tegangan yang tetap mengalirkan arus melalui diode Zener Contoh 10 V Tegangan alir diode zener sama seperti diode biasa 29PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Tugas diode zener pada regulator Sama dengan pengatur tegangan ,mengatur dengan cara mengendalikan transistor sebagai saklar elektronik. Keuntungan Bekerja lebih teliti dan peka terhadap perubahan tegangan system pengisian sehingga ketepatan pengaturan lebih baik. Transistor C E Simbol transistor BB C E Transistor NPN Transistor PNP Transistor NPN maupun PNP pada regulator digunakan sebagai pengendali dari Thyristor / SCR dengan frekuensi yang cukup tinggi antara on dan off sehingga didapatkan pengaturan tegangan yang lebih akurat30PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Transistor bekerja seperti relai Warnai Cara kerja oranye adalah arus pengendali. Warna biru adalah arus utama. Kode transistor . B =Basis C =Collector E =Emitor fungsi R resistor pada rangkaian adalah membatasi arus basis supaya transistor tidak rusakTugas transistor pada regulator 1. Sebagai pemutus dan penghubung arus medan yang dikontrol oleh Zener Diode pada regulator sepeda motor besar lihat gambar 1. Transistor berada didalam regulator yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus medan DF. 31PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR 2. Sebagai pengendali SCR untuk memutus dan menghubungkan aliran arus yang dihasilkan pembangkit dengan magnet permanenlihat gambar KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR 33PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR AC Regulator bekerja pada siang hari Fungsi Meregulasi tegangan sistem pengisian melalui kumparan pembangkit sistem penerangan. Cara kerja Pada saat siang hari Bila putaran mesin tinggi, maka ujung generator sistem pengisian putih akan mengeluarkan tegangan melebihi tegangan pengisian melalui diode arus disearahakan ½ gelombang dan diisikan ke baterai. Pada saat yang sama tegangan juga dimonitor oleh regulator melalui generator system penerangan. Bila tegangan yang dimonitor oleh regulator melebihi 14,5 volt maka mulailah tegangan tersebut diregulasi sehingga menghasilkan tegangan regulasi pada system pengisian. Pada saat malam hari Pada saat lampu kepala dinyalakan maka arus dari generator akan terbagi dua. Untuk lampu kepala arusnya lebih besar dari pada arus untuk system pengisian arus pengisian berkurang. Bila putaran tinggi tegangan ke lampu kepala naik regulator membatasi tegangan ke lampu lampu tidak mudah KELISTRIKAN SEPEDA MOTORAc Regulator bekerja siang dan malam hariRegulator ini bekerja /terhubung melalui saklar lampu kepala/system peneranganbaik lampu kepala ketika dimatikan maupun dinyalakan,melalui saklar gandapada saklar lampu kepala yang juga dapat memindahkan aliran yang masuk keregulator maka tegangan yang masuk dapat diregulasi sesuai dengan keadaansaklar lampu kepala saat itu langsung pada sumber tegangannya. Kedua jenisregulator bekerja siang hari maupun siang dan malam hanya diaplikasikan padakendaraan tipe yang Regulator bekerja pada siang dan malam 35PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Regulasi tegangan pengisian Pada saat kumparan pengisian warna putih menghasilkan arus + positif disearahkan D 1 mengisi baterai. Bila tegangan terlalu tinggi dan polaritas massa menjadi + positif maka tegangan yang mengalir ke D2 tinggi ZD membuka on SCR aktif membuka arus mengalir ke kumparan pengisian putih tegangan turun. C. Rangkuman. Fungsi sistem pengisian pada sepeda motor diperlukan untuk menjamin agar baterai selalu siap digunakan digunakan pada saat baik ketika menstart mesin maupun ketika motor sudah dijalakan. Sistem pengisian pada sepeda motor dibedakan menjadi 2 macam yakni sistem pengisian dengan pembangkit 1 fasa dan sistem pengisian dengan pembangkit 3 fasa. Pada sistem pengisian, regulator menjamin tegangan yang dibangkitkan oleh generator konstan pada tegangan tertentu agar peralatan kelistrikan terjaga dari kerusakan. Kerusakan pada salah satu komponen sistem pengisian akan berakibat baterai kosong atau cepat rusak. Tidak semua jenis regulator dapat digunakan secara langsung pada kendaraan yang berbeda merk dan type meski soket soket pada rangkaian KELISTRIKAN SEPEDA MOTORPEMERIKSAAN SISTEM PENGISIANPemeriksaan kebocoran baterai dari pengosongan diri yang berlebihan dengan caramemeriksa kebocoran arus ketika semua beban pemakai tidak seperti ditunjukkan dalam gambar.. lepas kabel minus dari bateraikemudian rangkaikan Amper meter kabel berwarna merah hubungkan denganminus baterai dan warna hitam dengan ujung kabel yang mengukur jangan menghidupkan kunci kontak kemudian bacalah pengukuran yang baik adalah tidak ada arus mengalir dengan penunjukanamper meter 0 ada/terbaca ada arus mengalir maka pada rangkaian ada bagian bagian dari rangkaian dengan cara melepas satu persatusoketnya. apabila soket sedang terlepas arus tetap terbaca berarti kebocoranbukan pada jalur soket yang sebaliknya apabila soket sedangdilepas dan arus tidak mengalir lagi berarti pada rangkaian tersebut adakomponen atau kabel yang hubung Jangan menggunakan amper meter yang ukurannya lebih kecil dari arus yangsemestinya,karena dapat merusakkan alat ukur. 37PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Pemeriksaan Tegangan dan arus pengisian Sebelum memulai pekerjaan ini lakukan pengecekan pada baterai baterai harus dalam kondisi penuh dengan cara mengukur berat jenis elektrolit baterai dapat diketahui kondisi baterai yaitu berat jenis elektrolit 1,28 kg/l pada 200 C tetapi bila baterai yang terpasang adalah baterai MF Maintenance Free maka pengecekan ini tidak dapat besar arus pengisian dengan cata melihat gambar diatas,yaitu dengan cara melepas sekring utama,pasanglah kabel hitam ampermeter pada sisi baterai dan sisi merah pada sisi pemakai kabel bodi Lakukan Start dengan Kick Starter jangan menggunakan elektrik starter karena akan merusakkan mesin hidup naikkan putaran mesin sesuai spesifikasi merk dan type sepeda motor kemudian baca hasil pengkuran dan bandingkan dengan spesifikasi arus yang dihasilkan dengan buku manual sepedamotor yang juga seperti hal yang sama tetapi nyalakan lampu kepala. Pada saat yang bersamaan catat juga tegangan dengan voltmeter yaitu volt meter dihubungkan pada terminal plus dan minus baterai. Setelah melakukan pemeriksaan seperti diatas ,hasilnya dapat disimpulkan dibandingkan hal hal yang umum terjadi pada system pengisian sepeda motor melebihi tegangan jepit baterai 12Volt dan arus yang mengalir kecil,hal ini menunjukkan system pegisian normal. tegangan dan arus pengisian yang besar,ini menunjukkan pengisian tidak KELISTRIKAN SEPEDA MOTORAda kondisi lain yang terjadi pada saat melakukan pengukuran ini sepertidibawah ini berikut kemungkinan semakin tinggi dan arus semakin besar bila putarannyadinaikkan,kemungkinan penyebabnya adalah usia baterai sudah tua ataupemasangan baterai yang tidak sesuai kapasitasnya terlalu besar pengisian normal tetapi tegangan pengisian terlalutinggi jika putaransemakin tinggi, ke mungkinan penyebabnya adala kerusakan pada pegisian terlalu rendah Arus pengisian terlalu kecil, kemungkinanpenyebabnya adalah kerusakan regulator rectifier meregulasi terlalu rendah,atau kumparan generator rusak. 39PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Pemeriksaan Kumparan Pengisian. Pemeriksaan kumparan generator pembangkit dapat dilakukan melalui soket yang akan masuk ke regulator berjumlah 4 soket dari regulator dengan cara menekan pengunci soket dan menarik keluar. Ukur ujung pada ujung pin kabel berwarna hijau G pada sisi generator terhadap massa/bodi,hasilnya harus ada kontinuitas hubungan/tanpa tahanan. Ukur ujung pin pada konektor kabel berwarna merah R terhadap massa,hasilnya harus ada tegangan baterai. Ukur pada ujung pin kabel berwarna putih W terhadap massa maka hasilnya harus ada tahanan berkisar antara1,1 -1,2 KELISTRIKAN SEPEDA MOTORPemeriksaan Regulator rectifierBila Regulator rectifier rusak maka komponen tersebut tidak dapat diperbaiki,maka komponen tersebut harus diganti cara pemeriksaan bisadilakukan dengan tahapan seperti yang dibahas diperiksaternyata kesimpulan hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa regulator rectifierrusak maka dapat dilakukan pengukuran kembali pada regulator untuk lebihmeyakinkan bahwa benar-benar regulator rectifier rusak. Untuk itu ada cara lainmenguji regulator rectifier sebagai berikut Cara pemeriksaan Warna kabel PemeriksaanKabel Baterai merah/putih atau Harus ada tegangan antara kabelmerah merah dengan massa Harus ada kontinuitas hubungan antaraKabel massa hijau kabel hijau dengan body. Harus ada nilai tahanan sesuai standarKabel pengisian putih Harus ada nilai tahanan sesuai standarKabel lampu penerangan jalan kuning 41PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Setelah pemeriksaan selesai dan hasil pemeriksaan memenuhi syarat atau sama dengan kondisi yang disebutkan pada tabel pemeriksaan tetapi hasil pengukuran tegangan pada sistem pengisian tidak sesuai dengan ketentuan 14,5 Volt maka gantilah regulator tersebut dengan yang baru. d. Tugas. periksa dan tentukan sistem pengisian pada sepeda motor yang telah disediakan tergolong sistem pengisian 1 fasa atau 3 fasa, dan laporkan hasilpemeriksaan berupa gambar rangkaian. Ukurlah tegangan regulasi pada sistem pengisian sepeda motor tersebut dan catat hasilnya pada bermacam macam putaran motor. Apa yang terjadi bila regulator rectifier rusak dan tidak dapat meregulasi KELISTRIKAN SEPEDA MOTORPembelajaran II SISTEM PENGAPIANA ini menjelaskan sistem pengapian sepedamotor tentangKonstruksi dan cara kerja serta bermacam macam jenis CDI yang dibedakan daritegangan dan arus masuk yang diperlukan oeh Kegiatan belajar pembelajaranSetelah mempelajari materi ini diharapkan siswa dapat Siswa dapat mengidentifikasi komponen-komponen sistem pengisian. Siswa dapat mendiagnosa gangguan sistem pengisian. Siswa dapat memperbaiki sistem PENGAPIANPengapian disini diartikan pembakaran Campuran bahan bakar dan udara yangdicampur terlebih dahulu kemudian dimasukkan kedalam ruang bakar dandikompresikan kemudian dilakukan percikan dengan waktu tertentu dan kualitasapi yang baik,dengan demikian dapat dimulai pembakaran seperti gambardibawah ini. 43PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Semua sistem pengapian memiliki busi dan satu koil atau lebih. Sistem pengapian merupakan salah satu faktor terjadinya pembakaran yang sempurna sehingga dapat dihasilkan daya yang optimal pada mesin tertentu dan emisi gas buang yang tuntutan/prasarat dasar dari terjadinya pembakaran yang baik digambarkan sebagai berikut. Persyaratan Dasar AB C Campuran bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam ruang bakar oleh karena gerakan menghisap dari piston dari TMA ke TMB Pada saat seperi ini44
Artikel kali ini akan membahas tentang terdiri dari komponen kelistrikan apa saja sebuah kendaraan listrik itu?, jalurnya bagaimana?, dan wiring diagramnya bagaimana?. Secara dasar minimal komponen-komponen nya sebuah kendaraan ringan listrik semuanya sama. Seperti sepeda motor listrik, sepeda listrik, becak listrik , gokart listrik, gerobak listrik dan kendaraan sejenisnya, itu memiliki skema kelistrikan dan komponen-komponen yang hampir sama. megnenal bagian part elektronik sepeda motor listrik Secara umum kelistrikan kendaraan listrik dibagi menjadi 2. Yaitu kelistrikan Utama motor penggerak dan kelistrikan body. Kelistrikan utama motor penggerak secara minimal standar terdiri dari 1. Motor / dinamo penggerak 6. Komponen pendukung kunci kontak, MCB, contacktor, saklar pembalik, sekering, dll Sedangkan kelistrik body antara lain meliputi sistem 5. Kelistrikan aksesoris, panel instrument, dashboard dan speedometer. bagian part jika kendaraan bentuk sepeda kayuh listrik MENGENAL JALUR KELISTRIKAN MOTOR PENGGERAK. Berikut adalah skema diagram blok kelistrikan dari motor, kontroller, handle gas, baterai dan charger. Standar minimal wiring diagram motor penggerak Keterangan tiap bagian komponen adalah sebagai berikut 1. Motor Dinamo Dinamo atau motor penggerak adalah sebuah kompnen paling penting dalam kendaraan listrik. Secara umum di sekitar kita ada 2 jenis yang paling umum, yaiut dinamo dengan 2 kabel atau brushed DC, dan dinamo dengan 3 kabel phase atauyang disebut dengan BLDC. Meski motor penggerak tidak Cuma 2 itu saja. Masih ada model-model lain, selengkapnya ada di artikel berikut Jenis-jenis motorpenggerak kendaraan listrik. macam macam motor penggerak. 2. Kontroller Kontroller adalah driver untuk memutar dan mengontrol sebuah motor dinamo. 1 kontroller hanya mampu mendrive 1 motor saja. Jadi apabila menggunakan 2 motor , maka kontroller wajib enggunakan 2 juga. Jenis dan spesifikasi kontroller wajib sesuai dengan motor dinamo yang digunakan. Wiring perkabelan tiap kontroller juga berbeda-beda setiap merk nya. Namun secara minimal dasar, sama persis seperti wiring diagram diatas. macam macam kontroller 3. Handle gas / throttle Handle gas di tangan atau pedal gas di kaki adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur putaran motor dengan cara memberikan signal data ke kontroller. Komponen ini sama persis cara penggunaannya seperti pada kendaraan bensin pada umumnya. Hanya saja pada kendaraan listrik output yang dihasilkan adalah berupa signal data elektronik. 4. Baterai / AKI Baterai adalah sumber utama dalam kendaraan listrik. Jika di kendaraan mesin bakar maka bensin BBM adalah sumber nya, maka di kendaraan listrik adalah baterai. Banyak temen perakit menganggap baterai itu mahal?, Tidak harga baterai memang tinggi, namun itu lebih murah daripada beli bensin selama 3 tahun yang dijadikan 1 waktu. Selengkapnya bagaimana memilih baterai dapat dilihat disini Memilih baterai kendaraan listrik 5. Charger charger adalah adalah alat untuk mengisi energy baterai yang habis dari sumber listrik. Jenis charger harus menyesuiakan spesifikasi dan jenis baterai yang dipakai. Pemilihan charger yang tidak tepat akan membuat baterai berumur pendek. Jadi charger harus tepat sesuai dengan baterainya. Lithium baterai Charger SLA baterai charger 6. Kelistrikan pendukung Kelistrikan pendukung secara minimal ada 2. Yatu saklar utama power on atau kunci kontack, dan yang ke 2 adalah MCB atau sekering pengaman. Untuk lebih detail mengenai macam macam sekering pada kendaraan listrik selengkapnya ada di macamsekaering kendaraan listrik JALUR KELISTRIKAN BODY DAN AKSESORIS Skema kelistrikan body dan aksesoris adalah sistem yang terpsiah dari kelistrikan utama motor penggerak. Jadi wajar saja jika sebuah kendaraan listrik motor tidak work berjalan tapi lampu-lampu kelistrikan dan klakson tetep menyala. Karena sistem ini murni terpisah. Secara block diagram adalah sebagai berikut Secara umum sama seperti kelistrikan pada kendaraan sepeda motor bensin pada umumnya. Yang membedakan disini hanyalah DC converter saja. DC converter adalah power suplay 12V untuk kelistrikan body. DC converter berfungsi menurunkan tegangan dari 48V atau 36V menjadi 12V. Sehingga dalam kelistrikan body tidak perlu lagi menggunakan aki 12V secara terpisah. DC CONVERTER / REDUCER SEMOGA BERMANFAAT
Sistem Kelistrikan Sepeda Motor – Dalam sistem kelistrikan pada sebuah sepeda motor hal ini merupakan bagian sangat terpenting karena pada sistem ini menyediakan arus listrik untuk keperluan pembakaran dan untuk menggerakkan pendukung pada sebuah sepeda motor. Sistem Kelistrikan Pada Sepeda MotorSistem Pembangkit ListrikSistem PengisianSistem PengukuranSistem PengapianSistem Penerangan Dan Sistem TandaSistem StarterArti Dan Fungsi Kabel KelistrikanKabel Kelistrikan HondaKabel Kelistrikan YamahaKabel Kelistrikan SuzukiKabel Kelistrikan Kawasaki Hal ini ditinjau dari penggunaan arus listriknya, sistem kelistrikan sepeda motor dapat digolongkan menjadi Sistem Pembangkit listrik Sistem Pengisian Sistem Pengukuran Sistem Pengapian Sistem Penerangan Dan Sistem Tanda Sistem Starter Untuk lebih jelas dapat mengerti dari masing-masing diatas, simak ulasannya berikut ini. Sistem Pembangkit Listrik Dalam sistem pembangkit listrik membangkitkan arus listrik untuk dapat memenuhi kebutuhan pada sepeda motor tersebut. Hal demikian ini ada dua macam pembangkit listrik yang digunakan pada sepeda motor yakni pembangkit listrik arus searah dan pembangkit listrik arus bolak-balik. Sistem Pengisian Dalam sistem ini yang dimaksud dengan sistem pengisian ialah pengisian pada baterai dengan arus listrik dari pembangkit generator . Arus yang diisikan ke baterai tersebut harus berupa arus searah DC . Dengan demikian apabila harus pembangkit masih berupa arus bolak-balik AC maka arus tersebut harus disearahkan terlebih dahulu. Sistem Pengukuran Untuk sistem pengukuran yang digerakkan secara elektrik ialah pengukuran jumlah pada bensin di tangki dan pengkuran pada tekanan oli. Pada panel instrument pengukur tersebut biasanya dipasangkan di dekat lampu kepal pada tangki pengemudi. Namun hal ini tidak semua pada sepeda motor memiliki keduan instrument pengukur tersebut. Sistem Pengapian Dalam sistem pengapian ini menyediakan percikan api untuk dibutuhkan pada ruang bakar. Terjadikan percikan bunga api pada ruang bakar tersebut karena adanya perbedaan tegangan pada kedua elektroda busi. Loncatan bunga api pada elektroda busi terjadi pada saat celah platina membuka. Dengan adanya loncatan bunga api tersebut maka terjadilah pembakaran bensin yang terjadi di ruang bakar. Sistem Penerangan Dan Sistem Tanda Dalam sistem penerangan memiliki fungsi terutama pada saat kondisi malam hari, tetapi pada waktu hujan atau udara berkabut dalam hal ini penerangan tersebut sangat dibutuhkan atau diperlukan. Dalam sistem penerangan pada sepeda motor terdiri atas lampu kepala dan lampu belakang. Untuk lampu kepala itu sendiri terdiri atas lampu jarak jauh dan lampu jarak pendek dan ada juga sebagian sepeda motor ada yang dilengkapi dengan lampu kota. Untuk pada sistem tanda ialah sistem pemberian tanda dengan lampu atau dengan bunyi sistem tanda pada sepeda motor ini terdiri atas seperti klakson, lampu tanda belok dan lampu rem. Untuk sistem tanda hal ini sangat erat sekali hubungannya dengan keselamatan pengendara pada sepeda motor karena sistem tanda ini berguna sebagai pemberi peringatan kepada pemakai jalan yang lainnya. Sistem Starter Dalam sistem starter elektrik digunakan pada beberapa sepeda motor. Starter elektrik ini yakni mengubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanik untuk memutar poros engkol. Pada sepeda motor yang menggunakan elektrik juga dilengkapi dengan starter mekanik karena apabila starter elektriknya rusak atau beterainya tidak kuat lagi untuk menggerakan starter eletrik maka pada sepeda motor masih dapat dihidupkan dengan menggunakan starter mekanik. Arti Dan Fungsi Kabel Kelistrikan Dalam sebuah perawatan sepeda motor dalam hal ini kita perlu mengerti arti ataupun fungsi pada kabel kelistrikan pada sepeda motor. Untuk fungsi kabel itu sendiri ialah untuk menghubungkan listrik dari komponen satu ke komponen kelistrikan yang lainnya. Untuk arti warna kabel pada sepeda motor untuk setiap merek kadang berbeda-beda. Namun pada dasarnya kabel-kabel kelistrikan tersebut mewakili muatan positif + dan negative + pada sepeda motor, jika kita salah saat menghubungkan kabel hal ini akan berakibat fatal bahkan dapat terjadi konsleting pada sistem kelistrikan sepeda motor tersebut. Nah berikut ini untuk mengetahui penjelasan dari arti warna pada kabel kelistrikan sepeda motor seperti motor Honda, Yamaha, Suzuki Dan Kawasaki. Kabel Kelistrikan Honda Merah + aki Hitam + kunci kontak Putih + alternator pengisian + lampu dekat Kuning + arus beban ke saklar lampu Biru + lampu jauh Abu-abu + flasher Biru laut + sein/reting kanan Oranye + sein/reting kiri Coklat + lampu kota Hitam-Merah + spull CDI Hitam-Putih + kunci kontak Hitam-Kuning + koil Biru-kuning + pulser CDI Hijau-kuning + lampu rem Kabel Kelistrikan Yamaha Hitam – massa, berlaku untuk semua negative Hijau + arus beban penerangan Merah + arus positif dari aki Kuning + lampu jauh Cokelat + sein / reting kiri Hijau + araus beban penerangan dan lain-lain Putih-Merah + pulser CDI Hijau-Hitam + rem Kabel Kelistrikan Suzuki Hitam-Putih – massa, berlaku untuk semua negative Putih-Merah + pengisian dari magnet Putih-Biru + koil ke CDI Putih-Hitam + lampu rem Kuning-Putih + penerangan / lampu Biru-Kuning + pulser ke CDI Merah + aki Oranye + kunci kontak Abu-abu + lampu belakang Hijau Muda + sein / reting kanan Hitam + sein / reting kiri Kabel Kelistrikan Kawasaki Hitam-Kuning – massa, berlaku untuk semua negative Putih-Merah + aki Merah-Hitam + lampu jauh Merah-Kuning + lampu dekat Abu-abu + sein / reting kanan Hijau + sein / reting kiri Biru + lampu rem Merah + lampu belakang Coklat + klakson Demikianlah pembahasan mengenai Sistem Kelistrikan Pada Sepeda Motor semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
Sistem kelistrikan pada sepeda motor terbuat dari rangkaian kelistrikan yang berbeda-beda, namun rangkaian tersebut semuanya berawal dan berakhir pada tempat yang sama, yaitu sumber listrik baterai. Supaya sistem listrik dapat bekerja, listrik harus dapat mengalir dalam suatu rangkaian yang lengkap dari asal sumber listrik melewati komponen-komponen dan kembali lagi ke sumber listrik. Aliran listrik tersebut minimal memiliki satu lintasan tertutup, yaitu suatu lintasan yang dimulai dari titik awal dan akan kembali ke titik tersebut tanpa terputus dan tidak memandang seberapa jauh atau dekat lintasan yang tidak ada rangkaian, listrik tidak akan mengalir. Artinya setelah listrik mengalir dari terminal positif baterai kemudian melewati komponen sistem kelistrikan, maka supaya rangkaian bisa dinyatakan lengkap, listrik tersebut harus kembali lagi ke baterai dari arah terminal negatifnya, yang biasa disebut massa ground. Untuk menghemat kabel, sambungan dan tempat, massa bisa langsung dihubungkan ke bodi atau rangka besi sepeda motor. Rangkaian kelistrikan sepeda motor ini akan terintegrasi dengan sistem kelistrikan bodi yang menunjang seorang pengendara motor dapat berkendara dengan aman dan nyaman. Beberapa komponen pendukung sistem kelistrikan bodi adalah sebagai berikut. 1. Baterai Baterai adalah tempat penyimpanan tenaga listrik yang mengubah tenaga listrik diubah menjadi tenaga kimia dan sebaliknya. Baterai biasanya terdapat pada mesin yang mempunyai sistem kelistrikan di mana baterai sebagai sumber tegangan sehingga mesin tidak dapat dihidupkan tanpa baterai. Hampir semua baterai menyediakan arus listrik tegangan rendah 12V untuk sistem pengapian, pengisian , stater dan kebutuhan lainnya pada kendaraan bermotor. Dengan sumber tegangan baterai akan terhindar kemungkinan terjadi masalah dalam menghidupkan awal mesin, selama baterai, rangkaian dan komponen sistem pengapian lainnya dalam kondisi baik. Arus listrik DC Direct Current dihasilkan dari baterai Accumulator. Baterai tidak dapat menciptakan arus listrik, tetapi dapat menyimpan arus listrik melalui proses kimia. Pada umumnya baterai yang digunakan pada sepeda motor ada dua jenis sesuai dengan kapasitasnya yaitu baterai 6 volt dan baterai 12 volt. Di dalam baterai terdapat sel-sel yang jumlahnya tergantung pada kapasitas baterai itu sendiri, untuk baterai 6 volt mempunyai tiga buah sel sedangkan baterai 12 volt mempunyai enam buah sel yang berhubungan secara seri dan untuk setiap sel baterai menghasilkan tegangan kurang lebih sebesar 2,1 volt. Gambar 1. Baterai 2. Altenator Altenator atau generator berfungsi berfungsi sebagai penyedia tegangan yang digunakan untuk mengisi baterai dan mensuplai kebutuhan sistem-sistem kelistrikan. Sumber tegangan pada sepeda motor merupakan sumber tegangan AC yang sering disebut alternator. Alternator terdiri atas Kumparan Pembangkit Kumparan Stator dan Magnet permanen Rotor, berfungsi untuk mengubah energi mekanis yang didapatkan dari putaran mesin menjadi tenaga listrik arus AC. Gambar 2. Alternator 3. Kabel Kabel harness adalah sekelompok kabel-kabel dan kabel yang masing-masing terisolasi, menghubungkan ke komponen-komponen sirkuit, dan sebagainya. Kesemuanya disatukan dalam satu unit untuk mempermudah dihubungkan antara komponen-komponen kelistrikan dari suatu kendaraan. Ada 3 macam kelompok utama yang didesain berdasar kondisi yang berbeda baik besarnya arus yang mengalir, temperature, dan kegunaan. a. Kabel Tegangan Rendah Sebagian besar kabel dan kabel yang terdapat dalam kendaraan adalah kabel yang bertegangan rendah low-voltage wire. b. Kabel Tegangan Tinggi Pada Sistem Kelistrikan Motor Kabel tegangan tinggi biasanya dipakai dalam sistem pengapian untuk menghubungkan komponen koil dengan busi. a. Kabel- Kabel yang di Isolasi Kabel ini dirancang untuk mencegah gangguan yang ditimbulkan sumber dari luar dan digunakan sebagai signal lain, sehingga sering dipasang sebagai kabel antena radio, ignition signal line, oxygen signalline dan tipe kabel dibuat dengan tujuan berbeda dan digunakan dalam beberapa kondisi yang berbeda pula besar arus yang mengalir, temperatur, penggunaan dan lain-lain. Beberapa tipe kabel dibuat dengan tujuan berbeda dan digunakan dalam beberapa kondisi yang berbeda pula besar arus yang mengalir, temperatur, penggunaan dan lain-lain. Contoh warna Kabel pada motor pada umumnya dengan kode huruf B = Black hitam Br = Brown coklat Ch = Chocolate coklat tua Dg = Dark Green hijau tua B/L = Black/Blue hitam/biru G = Green hijau Gy = Gray abu-abu L = Blue biru Lg = Ligth Green hijau muda O = Orange oranye Sb = Sky Blue biru langit R/B = Red / Black merah/hitam L/B = Blue/Black biru/hitam P = Pink merah muda R = Red merah V = Violet ungu W = White putih Y = Yellow kuning Untuk kabel bergaris huruf di depan garis miring menunjukkan warna dasar atau dominan, sedangkan yang dibelakang menunjukkan warna garis. 4. Regulator Merupakan serangkaian komponen elektronik, fungsi utama rectifier adalah sebagai penyearah arus bolak-balik yang dihasilkan alternator menjadi arus searah. Pada sistem pengisian sepeda motor,rectifier juga berfungsi sebagai pengatur/pembatas regulator arus dan tegangan pengisian yang masuk ke baterai maupun ke lampu-lampu pada saat tegangan baterai sudah penuh maupun pada putaran tinggi. Gambar 3. Regulator Beni Setya Nugraha. 200513 5. Flasher Flasher berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus listrik secara otomatis. Arus listrik tersebut dialirkan ke lampu tanda belok .Oleh karenanya lampu tanda belok dapat berkedip.Boentarto. 199363. Sistem tanda belok dengan flasher menggunakan transistor merupakan tipe flasher yang pengontrolan kontaknya tidak secara mekanik lagi, tapi sudah secara elektronik. Sistem ini menggunakan multivibrator oscillator untuk menghasilkan pulsa denyutan ON-OFF amplifier penguat listrik. Selanjutnya flasher akan menghidup-matikan lampu tanda belok agar lampu tersebut berkedip. Gambar 4. Flasher 6. Komponen-Komponen Penghubung Jaringan kabel dibagi dalam beberapa bagian untuk lebih memudahkan dalam pemasangan pada kendaraan. Bagian jaringan kabel dihubungkan kesalah satu bagian oleh komponen penghubung sehingga komponen kelistrikan dan elektronik dapat berfungsi seperti yang direncanakan. a. Connector Connector digunakan untuk menghubungkan kelistrikan antar dua jaringan kabel atau antara sebuah jaringan kabel dan sebuah komponen. Connector diklasifikasikan dalam connector laki-laki male dan perempuan female, karena bentuk terminalnya berbeda. Gambar 5. Connector Gunadi, 2008 416 7. Baut Massa Baut massa ground bolt adalah baut khusus untuk menjamin massa yang baik dari suatu jaringan sistem kelistrikan sehingga dapat berfungsi optimal. Ada beberapa baut massa yang memiliki keistimewaan khusus, yaitu permukaan baut ditandai dengan crom hijau setelah diproses secara listrik untuk mencegah oksidasi. Model baut ini dapat dibedakan dengan baut lainnya karena warnanya hitam kehijauan. Namun yang paling penting, bahwa baut bias menjamin massa baterai kuat terhadap massa.Gunadi,2008415 8. Kunci Kontak Merupakan komponen sepeda motor yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dari sumber tegangan ke sistem supaya sistem dapat bekerja. Kunci kontak pada sistem pengapian terdiri dari 2 tipe yaitu a. Kunci kontak untuk pengapian jenis AC pengendali Massa 1 Pada saat posisi OFF dan LOCK kunci kontak mengarahkan tegangan dari sumber tegangan altenator yang dibutuhkan sistem pengapian ke masa melaluai terminal IG dan E kunci kontak, sehingga sistem pengapian tidak dapat bekerja. 2 Pada saat posisi ON, kunci kontak memutus hubungkan terminal IG dan E, sehingga tegangan yang dihasilkan oleh altenator diteruskan kesistem pengapian. b. Kunci kontak untuk pengapian DC pengendali positif 1 Pada saat posisi ON, kunci kontak menghubungkan tegangan + baterai ke seluruh sistem kelistrikan untuk mengoprasikan seluruh sistem kelistrikan pada kendaraan. 2 Pada saat posisi OFF dan LOCK, kunci kontak memutuskan hubungan listrik dari sumber tegangan + baterai yang dibutuhkan oleh seluruh sistem kelistrikan, sehingga sisitem kelistrikan tidak dapat bekerja. Gambar 8. Kunci Kontak Pengapian DC Beni Setya Nugraha, 2005 9. Holder Holder merupakan salah satu komponen sistem penerangan yang berisikan saklar-saklar untuk mengontrol sistem penerangan. Saklar-saklar yang berada dalam holder ada 4 sebagai berikut a. Saklar Lampu lightingswitch Saklar lampu berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Pada umumnya saklar lampu pada sepeda motor terdapat tiga posisi, yaitu; 1 posisi OFF posisi lampu dalam keadaan mati/tidak hidup 2 posisi 1 pada posisi ini lampu yang hidup adalah lampu kota/jarak baik depan maupun belakang, dan 3 posisi 2 pada posisi ini lampu yang hidup adalah lampu kepala/besar dan lampu kota. Gambar 9. Skema Saklar Lampu Kota dan Utama Beni Setya Nugraha, 2005 b. Saklar Lampu Kepala dimmerswitch Saklar lampu kepala berfungsi untuk memindahkan posisi lampu kepala dari posisi lampu dekat ke posisi lampu jauh aau sebaliknya. Posisi lampu dekat biasanya digunakan untuk saat berkendara dalam kota, sedangkan posisi lampu jauh digunakan saat berkendara ke luar kota selama tidak ada kendaraan lain dari arah berlawanan atau ada kendaraan lain dari arah berlawanan namun jaraknya masih cukup jauh dari kita. Gambar 10. Skema Saklar Lampu Kepala Beni Setya Nugraha, 2005 c. Saklar Lampu Tanda Belok send switch Saklar lampu tanda belok berfungsi untuk menyalakan dan mematikan lampu tanda belok. Pada umumnya saklar lampu tanda belok pada sepeda motor terdapat tiga posisi yaitu 1 Posisi off lampu tidak ada yang menyala 2 Posisi lampu kanan hidup 3 Posisi lampu kiri hidup Gambar 11. Sekema Saklar Tanda Belok 10. Swtich Rem Swich rem merupakan saklar untuk menyalakan lampu rem. Swich rem ada dua macam yaitu a. Saklar lampu rem depan front brake light switch Saklar lampu rem depan berfungsi untuk .menghubungkan arus dari baterai ke lampu rem jika tuas/handel rem ditarik umumnya berada pada stang/kemudi sebelah kanan. Dengan menarik tuasrem tersebut, maka sistem rem bagian depan akan bekerja, oleh karena itu lampu rem harus menyala untuk memberikan isyarat/tanda bagi pengendara lainnya. b. Saklar lampu rem belakang rear brake light switch Saklar lampu rem belakang berfungsi untuk . Menghubungkan arus dari baterai ke lampu rem jika pedal rem ditarik umumnya berada pada dudukan kaki sebelah kanan. Dengan menginjak pedal rem tersebut, maka sistem rem bagian belakang akan bekerja, oleh karena itu lampu rem harus menyala untuk memberikan isyarat/tanda bagi pengendara lainnya. Keterangan gambar A. Saklar rem belakang tipe plunyer B. Pegas C. Pedal rem Gambar 12. Saklar Rem Belakang 11. Bohlam Secara umum, bohlam lampu kepala headlamp terdiri dari dua tipe yaitu tipe sealed beam dan tipe semi sealed beam. Tipe yang paling banyak diaplikasikan pada sepeda motor saat ini adalah bohlam lampu tipe semi sealed beam. Tipe semi sealed beam adalah suatu kontruksi lampu yang dapat diganti dengan mudah dan cepat tanpa memerlukan penggantian secara keseluruhan jika bola lampunya terbakar atau putus. Bola lampu yang termasuk tipe semi sealed beam adalah bola lampu biasa filament tipe Tungsten dan bola lampu Quartz-Halogen, dengan penjelasan sebagai berikut a. Bola Lampu Biasa Filament tipe Tungsten Bola Lampu Biasa Filament tipe Tungsten, adalah bola lampu yang menggunakan filamen kawat pijar tipe lampu jenis ini mempunyai keterbatasan yaitu tidak bisa bekerja diatas suhu yang telah ditentukan karena filamen bisa menguap. Uap tersebut dapat menimbulkan endapan yaitu membentuk lapisan seperti perak di rumah lensa kacanya envelope dan pada akhirnya dapat mengurangi daya pancar lampu tersebut Julius Jama dkk, 2008 144. Gambar 13. Konstruksi Bola Lampu Tungsten Jalius Jama dkk, 2008 145 Jenis lampu ini banyak di aplikasikan untuk bohlam lampu kepala standar dari pabrikan. Warna pijar yang dihasilkan cenderung berwarna kuning dan terasa hangat dibanding halogen. b. Bola Lampu Quartz-Halogen Bola Lampu Quartz-Halogen, merupakan bola lampu yang menggunakan gas halogen dan tertutup rapat didalam tabungnya, sehingga dapat terhindar dari penguapan yang terjadi akibat naiknya suhu. Bola lampu halogen memiliki cahaya yang lebih terang dan putih dibanding bola lampu tungsten, namun lebih sensitif terhadap perubahan suhu Julius Jama dkk, 2008 145. Gambar 14. Konstruksi Bola Lampu Halogen Jalius Jama dkk, 2008 145 Kekurangan lampu jenis lampu ini yaitu sifatnya yang lebih panas. Selain itu kacanya rentan terhadap kandungan garam termasuk keringat manusia, sehingga perlu kehati-hatian dalam pemasangannya. 12. Pengaman sirkuit Pengaman sirkuit ini terdiri dari sekering fuse dan pelindung kabel bodi untuk menghindari putusnya kabel apabila bergesekan dengan benda tajam. a. Sekering fuse Sekering digunakan pada kabel kabel positif setelah aki. Bila dilewati oleh arus yang berlebihan maka akan terbakar dan putus sehingga kebakaran dapat dihindari. Tipe sekering ada 2, yaitu tabung cartridge dan kipas blade. Tipe blade sering banyak digunakan karena lebih kompak dengan elemen metal dan rumah pelindung yang tembus pandang dan warna dari skering merupakan petunjuk kapasitas sekering 5A-30A Gambar 15. Sekering Catridge dan Blade 13. Klakson Fungsi klakson adalah untuk memberikan peringatan kepada pemakai jalan di depannya agar memberi jalan atau hati – hati. Kecelakaan lalu lintas sering terjadi karena tidak berfungsinya klakson pada mobil tersebut, atau karena klakson tidak dipasang. Bunyi klakson harus cukup keras, tetapi tidak boleh terlalu keras. Klakson yang berbunyi lemah tidak akan terdengar oleh pemakai jalan, sedangkan klakson yang terlalu keras akan mengejutkan pemakai jalan sehingga justru memungkinkan terjadinya kecelakaan. Gambar 16. Klakson
Sistem kelistrikan pada sepeda motor terbuat dari rangkaian kelistrikan yang berbeda-beda, namun rangkaian tersebut semuanya berawal dan berakhir pada tempat yang sama, yaitu sumber listrik misalnya baterai. Lalu, apa sebenarnya rangkaian circuit tersebut? Supaya sistem kelistrikan dapat bekerja, listrik harus dapat mengalir dalam suatu rangkaian yang komplit/lengkap dari asal sumber listrik melewati komponen-komponen dan kembali lagi ke sumber listrik. Aliran listrik tersebut minimal memiliki satu lintasan tertutup, yaitu suatu lintasan yang dimulai dari titik awal dan akan kembali lagi ke titik tersebut tanpa terputus dan tidak memandang seberapa jauh atau dekat lintasan yang tempuh. Jika tidak ada rangkaian, listrik tidak akan mengalir. Artinya, setelah listrik mengalir dari terminal positif baterai kemudian melewati komponen sistem kelistrikan, maka supaya rangkaian bisa dinyatakan lengkap, listrik tersebut harus kembali lagi ke baterai dari arah terminal negatifnya, yang biasa disebut massa ground. Untuk menghemat kabel, sambungan connector dan tempat, massa bisa langsung dihubungkan ke body atau rangka besi sepeda motor atau ke mesin. Tahanan, Arus dan Tegangan pada Rangkaian Pada satu rangkaian kelistrikan yang terdapat pada sepeda motor biasanya digabungkan lebih dari satu tahanan listrik atau beban. Beberapa tahanan listrik mungkin dirangkaikan di dalam satu rangkaian/sirkuit dengan salah satu diantar tiga metode penyambungan berikut ini a. Rangkaian Seri b. Rangkaian Paralel c. Rangkaian Kombinasi Seri – Paralel Nilai/jumlah tahanan dari seluruh tahanan yang dirangkaikan didalam sikuit/rangkaian disebut dengan tahanan total combined resistance. Cara perhitungan tahanan, arus dan tegangan dari ketiga jenis rangkaian di atas adalah berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Rangkaian Seri Tipe penyambungan rangkaian seri yaitu bila dua atau lebih tahanan R1, R2, dan R3 dan seterusnya dirangkaikan di dalam satu sirkuit/rangkaian seperti gambar 3. 8 di bawah ini, sehingga hanya ada satu jalur untuk mengalirnya arus. Gambar Rangkaian seri Pada rangkaian seri, jumlah arus yang mengalir selalu sama pada setiap titik/tempat komponen. Sedangkan tahanan total adalah sama dengan jumlah dari masing-masing tahanan R1, R2 dan R3. Dengan adanya tahanan listrik di dalam sirkuit, maka bila ada arus listrik yang mengalir akan menyebabkan tegangab turun setelah melewati tahanan. Besarnya perubahan tegangan dengan adanya tahanan disebut dengan penurunan tegangan voltage drop. Pada rangkaian seri, penjumlahan penurunan tegangan setelah melewati tahanan akan sama dengan tegangan sumber Vt. Adapun rumus arus listrik, tahanan dan tegangan pada rangkaian seri adalah sebagai berikut Itotal = I1 = I2 = I3 Rtotal = R1 + R2 + R3 Vtotal = V1 + V2 + V3 Kuat arus I yang mengalir pada rangkaian seri besarnya sama pada R1, R2 dan R3, sehingga dapat dihitung menjadi V I = Rtotal = I = V R 1 + R 2 + R 3 Bila arus I mengalir pada sirkuit/rangkaian, penurunan tegangan V1, V2 dan V3 setelah melewati R1, R2 dan R3 dihitung dengan Hukum Ohm. V1 = R1 x I V2 = R2 x I V3 = R3 x I Berdasarkan contoh gambar di atas besarnya masing-masing tahanan, kuat arus dan tegangan dapat dihitung sebagai berikut Tahanan total Rtotal = R1 + R2 + R3 = 2 + 4 + 6 = 12 Arus listrik I I = V RtotalV I = R1 + R2 + R3 12V I = 2 + 4 + 6 = 1 A Penurunan tegangan pada R1 V1 = R1 x I = 2 x 1 A = 2 V Penurunan tegangan pada R2 V2 = R2 x I = 4 x 1 A = 4 V Penurunan Tegangan pada R3 V3 = R3 x I = 6 x 1 A = 6 V Rangkaian Paralel Tipe penyambungan rangkaian paralel yaitu bila dua atau lebih tahanan R1, R2, dan R3 dan seterusnya dirangkaikan di dalam satu sirkuit/rangkaian seperti gambar 3. 9 di bawah ini. Salah satu dari setiap ujung tahanan resistor dihubungkan ke bagian yang bertegangan tinggi positif dari sirkuit dan ujung lainnya dihubungkan ke bagian yang lebih rendah negatif. Gambar Rangkaian paralel Pada rangkaian paralel, tegangan sumber baterai V adalah sama pada seluruh tahanan. Sedangkan jumlah arus I adalah sama dengan jumlah arus I1, I2 dan I3 yaitu arus yang mengalir melalui masing-masing resistor R1, R2 dan R3. Adapun rumus arus listrik, tahanan dan tegangan pada rangkaian seri adalah sebagai berikut Vtotal = V1 = V2 = V3 Itotal = I1 + I2 + I3 Rtotal = 1 1 + + R 1 R1 x R2 x R3 R1 + R2 + R3 Kuat arus I yang mengalir pada R1, R2 dan R3, dapat dihitung menjadi V I1 = R1 V I2 = R2 V I3 = R3 Berdasarkan contoh gambar di atas besarnya masing-masing tahanan, kuat arus dan tegangan dapat dihitung sebagai berikut Tahanan total Rtotal = R1xR2 xR3 R1 + R1 + R3 2x4x6 = 2 + 4 + 6 48 = 12 = 4 Arus I1 lewat R1 I1 = I1 = V R1 12V 2 = 6 A Arus I2 lewat R2 I2 = I2 = V R2 12V 4 = 3 A Arus I3 lewat R3 I3 = I3 = V R3 12V 6 = 2 A Tegangan pada pada contoh gambar 3. 9 untuk masing-masing resistor pada rangkaian paralel sama dengan tegangan baterai, yaitu sebesar 12 V. Rangkaian Kombinasi Seri – Paralel Tipe penyambungan rangkaian kombinasi seri – paralel yaitu sebuah tahanan R1 dan dua atau lebih tahanan R2 dan R3 dan seterusnya dirangkaikan di dalam satu sirkuit/rangkaian seperti gambar 3. 10 di bawah ini. Rangkaian seri – paralel merupakan kombinasi gabungan dari rangkaian seri dan paralel dalam satu sirkuit. Gambar Rangkaian kombinasi seri – paralel Tahanan total dalam rangkaian seri – paralel dihitung dengan langkah sebagai berikut a. Menghitung tahanan pengganti RPengganti, yaitu gabungan RPengganti = R2 x R3 R2 + R3 b. Menghitung tahanan total, yaitu gabungan tahanan R1 dan RPengganti yang dihubungkan secara seri. Rtotal = R1 + RPengganti = Rtotal = R1 + R2 x R3 R2 + R3 Besar arus yang mengalir melalui rangkaian dihitung Itotal = I1 = I2 + I3 atau I = V R total=R1 + V R2 x R3 R2 + R3 Tegangan yang bekerja pada R1 V1 dan pada R2 dan R3 Vpengganti dapat dihitung dengan menggunakan rumus V1 = R1 x I Vpengganti = RPengganti x I = Vtotal = V1 + Vpengganti R2 x R3 x I R2 + R3 Selanjutnya berdasarkan contoh gambar di atas besarnya masing-masing tahanan, kuat arus dan tegangan dapat dihitung sebagai berikut Tahanan pengganti RPengganti = R2 x R3 R2 + R3 4x6 = 4 + 6 24 = 10 = 2,4 Tahanan total Rtotal = R1 + RPengganti = 2 + 2,4 = 4,4 Arus total I = = V R total 12 V 4,4 = 2,727 A Tegangan Vpengganti yang bekerja pada tahanan R1 dan R2 sebesar Vpenganti = Rpengganti x I = 2,4 x 2,73 A = 6, 55 V Tegangan pada R1 V1 = R1 x I = 2 x 2,727 A = 5,45 V Tegangan total Vtotal = V1 + Vpengganti = 5,45 + 6,55 = 12 V Arus I2 yang mengalir lewat R2 I2 = V penggantiR2 6,55V = 4 = 1,6375 A Arus I3 yang mengalir lewat R3 I3 = V penggantiR3 6,55V = 6 = 1,0917 A Contoh Aplikasi Jenis Rangkaian pada Sepeda Motor Seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, bahwa hampir semua rangkaian kelistrikan pada sepeda motor terdapat tahanan resistor. Bentuk tahanan pada rangkaian bisa berupa tahanan pada bola lampu atau kumparan maupun tahanan resistor biasa. Contoh aplikasi/penggunaan jenis rangkaian, baik rangkaian seri, paralel maupun gabungan seri - paralel pada sepeda motor bisa ditemukan dalam sistem penerangan lampu-lampu dan tanda belok/sein, sistem pengisian yang menggunakan pengaturan tegangan voltage regulator secara elektronik, dan sistem pengapian elektronik. Diantara contoh-contoh tersebut yaitu sistem tanda belok turn signal yang menggunakan flasher tipe kapasitor seperti gambar di bawah ini Gambar Aplikasi jenis-jenis rangkaian pada sepeda motor Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa rangkaian kelistrikan sistem tanda belok tersebut memiliki jenis rangkaian, yaitu a. Rangkaian kombinasi seri - paralel antara tahanan R dengan kumparan L1 dan L2 b. Rangkaian paralel antara lampu sein kiri depan dengan lampu sein kiri belakang Sedangkan untuk menjelaskan salah satu aplikasi rangkaian seri pada sepeda motor, lihat gambar pada pembahasan zener diode. Dalam gambar tersebut terdapat rangkaian seri antara R3 dan R4. 5. Diode Gambar Dioda dan simbolnya Sebuah diode didefinisikan sebagai paduan dua elektroda, satu menjadi positif anoda dan yang lain adalah negatif katoda dan hanya mengijinkan arus mengalir dalam satu arah. Dioda merupakan komponen semikonduktor yang berfungsi untuk mengijinkan arus mengalir di dalam sebuah rangkaian hanya dalarn satu arah forward bias, yaitu dari anoda ke katoda dan memblokirnya saat mengalir dalam arah yang berlawanan reverse bias, hal ini dimungkinkan oleh karena karakteristik dari silicon, atau wafer di dalam diode. Saat sebuah penghantar/konduktor tegangan positif di hubungkan ke anoda dan penghantar tegangan negatif dihubungkan ke katoda, arus mengalir melalui diode. Jika penyambungan ini dibalik, arus tidak akan dapat mengalir sebab pemblokiran dari karakteristik silicon wafer, oleh karena itu diode beraksi sebagai katup satu arah check valve dan mengijinkan arus mengalir hanya satu arah. Gambar Contoh aplikasi penggunaan dioda Contoh Aplikasi Diode pada Sepeda Motor Aplikasi/penggunaan dioda pada sistem kelistrikan sepeda motor bisa ditemukan dalam rangkaian sistem penerangan maupun sistem pengisian yang menggunakan generator AC alternator, seperti terlihat pada gambar di bawah ini Gambar Contoh aplikasi penggunaan diode pada sepeda motor Berdasarkan gambar di atas, diode rectifier bekerja untuk merubah arus AC bolak-balik yang dihasilkan alternator menjadi arus Dc searah. Arus DC ini kemudian disalurkan ke baterai dan beban load seperti lampu tanda belok/sein.
gambar rangkaian kelistrikan sepeda motor